Langsung ke konten utama

Format dalam Membuat Laporan Penelitian

·        JUDUL
·        KATA PENGANTAR
·        DAFTAR ISI
·        DAFTAR TABEL / DAFTAR GAMBAR
(jika laporan memiliki data tabel ataupun gambar yang lebih dari 1 / 2 data)

I.                  Bab I : PENDAHULUAN

1.      Latar belakang 
a)      Informasi     (data yang didapat harus ada acuan ilmiahnya)
b)      Sejarah        (data yang didapat harus ada acuan ilmiahnya)
c)   Alasan            (harus yang cukup ilmiah dan disertai dengan data)

2.      Tujuan / Rumusan Masalah
3.      Hipotesis

II.               Bab II : TINJAUAN PUSTAKA

1)      Pembuktian Hipotesis / menjawab Rumusan Masalah

2)      Ada dasar teori yang jelas (diuraikan sejelas-jelasnya)

3)      Metodologi (uraian ilmiah tentang metoda)

III.           Bab III : HASIL PENELITIAN / PROSES

IV.           Bab IV : PERHITUNGAN / PEMBAHASAN

V.               KESIMPULAN


·        DAFTAR PUSTAKA
o   Dalam mencantumkan daftar pustaka, hal yang harus diperhatikan:
§  Daftar pustaka harus dari buku.
§  Buku yang bisa menjadi daftar pustaka harus yang mempunyai daftar pustaka.
§  Blog tidak dapat dijadikan daftar pustaka.
§  Mengutip perkataan seseorang dari buku karangan orang lain pun bukan merupakan daftar pustaka.
·        LAMPIRAN

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat laporan:
Ø  Dalam pembuatan laporan, antara tujuan / rumusan masalah dengan hipotesis harus berkaitan dengan kesimpulannya.
Ø  Dalam membuat anak bab pada setiap bab, harus berisi beberapa susunan kalimat sebagai pembuka sebelum tiap bab dibagi lagi menjadi beberapa bagian (anak bab).
Ø  Untuk memisahkan antar bab, gunakan section agar lebih rapi.
Ø  Spasi pada tulisan ilmiah yang seharusnya adalah 1,5 - 2,0 inch.
Ø  Nomor halaman seharusya berada disebelah pojok kanan bawah halaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batak Toba Food Icon : Video Masak

Hello Foodies!! Hari ini aku mau kasih tau bagaimana cara pembuatan si Batak Toba Food Icon, yaitu Naniura dan Ikan mas arsik.. Berikut ku lampirkan link video cara pembuatannya yaaa :) Di dalam video ini, berisikan sejarah singkat mengenai asal usul dan peran dari Naniura dan Ikan mas arsik serta cara pembuatannya.. Sooooooooooooooooooooooo, Enjoy the video! !cekidot! ➢  https://www.youtube.com/watch?v=z3gFtJgZpyk   Semoga bermanfaat 🙆 dan Terima kasih sudah mampir di blog ku 🙏 Sampai berjumpa di blog blog selanjutnya! 🙌🙌🙌🙌

Patin Bakar dalam Bambu - Makanan Khas Kalimantan Timur dan Utara (Suku Dayak)

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan kebudayaan. Keduanya memiliki hubungan yang bersifat timbal balik sehingga menciptakan suatu budaya makanan. Masing-masing wilayah di Indonesia memiliki makanan khas daerah masing-masing, seperti Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur yang memiliki makanan khas yaitu Patin Bakar dalam Bambu. Patin bakar dalam bambu adalah masakan berupa ikan patin yang dibumbui lalu dimasukkan dalam sebilah bambu, kemudian dibakar di dekat api. Cara pembakarannya menyerupai pembakaran lemang yaitu di letakkan berjajar jauh dari sumber api. Keuntungan dari cara pembakaran ini adalah bambu tidak mudah terbakar dan bisa dilakukan bersamaan dengan memasak nasi atau masakan lainnya agar seluruh masakan matang secara bersamaan. Metode pemasakan ini membutuhkan waktu satu sampai dengan dua jam. Jika dimasak lebih dari waktu tersebut cenderung membuat ikan hancur atau mudah rusak. Makanan ini memiliki dua jenis resep yaitu putih dan k...

Lemang Tapai - Makanan Khas Minangkabau

Lemang merupakan makanan khas masyarakat Minangkabau, Dayak dan Melayu Talawi. Ketiga daerah tersebut memiliki keunikan dan kepercayaan tersendiri akan lemang sebagai budaya makanan daerahnya. Bagi masyarakat Minangkabau, membawa ataupun menghidangkan lemang saat mengunjungi rumah orang atau saat ada pesta / perayaan sudah menjadi suatu kebiasaan. Sebagai contoh, menantu yang membawa lemang untuk mertua pada saat berkunjung akan lebih dihargai. Hal ini disebabkan karena proses pembuatan lemang rumit. Persiapan untuk membuat lemang membutuhkan waktu yang lama dan melibatkan banyak orang dalam proses pembuatannya. Bila lemang tidak ada, biasanya akan dijadikan bahan omongan/ gosip oleh tamu yang dihidangkan sajian makanan/ tamu yang dikunjungi rumahnya. Proses pembuatan lemang dilakukan dengan menggunakan bantuan bambu. Berdasarkan sejarah bangsa Proto Melayu (waktu ditemukannya lemang), pada saat itu, masyarakat sedang pergi bertani atau berburu di pegunungan, dan untuk mengatasi ke...