Langsung ke konten utama

Kunjungan Industri PT. Ultrajaya Milk Industry - Bagaimana Pembuatan Susu UHT?


Kesadaran akan pentingnya kualitas hidup menuntut masyarakat untuk mencari produk-produk pangan alami demi menjaga kesehatan. Produk pangan alami tersebut antara lain bahan pangan fungsional yang berasal dari tanaman atau hewan. Susu merupakan cairan biologis yang dihasilkan mamalia, untuk memenuhi semua kebutuhan gizi anaknya yang baru lahir. Di dalam susu, terkandung karbohidrat (laktosa), protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh (Safitri & Swarastuti 2011). Susu diketahui memiliki nutrisi yang tinggi, terutama pada kandungan protein dan karbohidrat jenis laktosa. Akibatnya, susu mudah rusak karena mikroba dapat tumbuh di susu segar. Maka dari itu, diperlukan suatu pengolahan agar susu tidak mudah rusak. Salah satu pengolahan yang dapat diterapkan pada susu adalah sterilisasi atau Ultra High Temperature (UHT) (Fellows, 2016).

Di negara-negara berkembang, susu yang diolah secara UHT memiliki umur simpan yang lebih panjang membuat susu tersebut lebih disukai. Umur simpan susu UHT dapat melebihi 6 bulan. Saat ini beragam jenis susu telah beredar di pasaran. Beberapa jenis susu yang saat ini beredar di pasaran, yaitu susu segar, susu pasteurisasi, susu UHT, susu steril, susu skim, susu rendah lemak, susu kental manis, dan lainnya. Susu UHT merupakan produk susu cair yang diperoleh dari susu segar ataupun susu rekombinasi (campuran susu skim dan krim) yang dipanaskan tidak kurang dari 100oC selama waktu yang cukup untuk mencapai keadaan steril dan dikemas secara kedap. Umumnya, kadar lemak pada susu UHT tidak kurang dari 3% dan total padatan bukan lemak tidak kurang dari 8% (Utami, 2009).

Proses pemanasan susu UHT dapat menggunakan salah satu dari dua metode yang tersedia, yaitu direct UHT processing dan indirect UHT processing. Perbedaan kedua metode ini terdapat pada proses pindah panas ke susu. Metode pemanasan susu yang berbeda juga akan memberikan hasil akhir susu UHT yang berbeda, dimana masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang dilihat dari aspek efisiensi dan kualitas yang dihasilkan. Direct UHT processing memiliki proses berdasarkan dari dua metode transfer panas untuk memperoleh temperatur UHT di atas 135, yaitu steam injection dan steam infusionSteam injection adalah metode pemanasan dengan diinjeksi uap secara langsung (Direct Steam Injection), dengan menggunakan uap bertekanan tinggi yang akan diinjeksi ke dalam aliran susu untuk meningkatkan suhu susu. Sedangkan steam infusion adalah metode pemanasan dengan menyemprotkan susu ke dalam sistem yang telah disemprotkan uap panas sehingga dapat meningkatkan suhu susu. Plants direct heat transfer pada susu UHT yang menggunakan injeksi uap atau steam infusion juga dapat digabungkan dengan plate atau tubular heat exchangers untuk memberi kondisi pre heating susu sebelum ke perlakuan UHT.

Lain halnya dengan metode indirect UHT processing yang banyak diterapkan dalam industri susu UHT. Keuntungan dari indirect heat transfer yaitu persyaratan yang kurang terperinci untuk peralatan tambahan dan biaya yang digunakan lebih rendah 80% dari direct heat transfer. Metode indirect UHT processing lebih memiliki beberapa kesamaan dengan cara pengolahan susu dengan pasteurisasi, kebanyakan prosesnya bergantung pada penggunaan alat heat exchangers. Umumnya, plate heat exchangers dan tubular heat exchangers adalah alat yang digunakan dalam memproduksi susu UHT.

Di Indonesia, PT. Ultrajaya Milk Industry merupakan market leader dalam produksi susu UHT, di mana kapasitas produksinya menduduki peringkat pertama di Indonesia dengan kapasitas 500 juta ton per tahunnya. PT. Ultrajaya Milk Industry and Trading Company, Tbk adalah salah satu perusahaan dengan bisnis utama produsen minuman terkemuka di Indonesia. Saat awal berdiri, perusahaan yang dikenal sebagai PT. Ultrajaya Milk Industry and Trading Company, Tbk ini merupakan sebuah industri rumah tangga sederhana yang didirikan oleh seorang pengusaha Tionghoa bernama Ahmad Prawirawidjaja pada tahun 1958 di Bandung. Industri rumah tangga ini berkembang menjadi perseroan terbatas (PT.) pada tahun 1971 dan memulai produksi pertamanya sebagai perusahaan pada tahun 1975 yang didirikan dan dipimpin sampai sekarang oleh Sabana Prawirawidjaja yang merupakan generasi kedua dari Prawirawidjaja. Pada mulanya, Ultrajaya Milk hanya terbatas pada pengembangan produk susu. Namun, seiring dengan berkembangnya perusahaan, Ultrajaya Milk mulai memproduksi produk-produk inovasi dalam bidang minuman kemasan lain selain susu.

Kunjungan mahasiswa/i Teknologi Pangan, Surya University ke PT. Ultrajaya Milk Industry

References:

Fellows, P. 2000. Food Processing Technology. Cambridge: Woodhead Publishing Limited.
Safitri MF & Swarastuti A. 2011. Kualitas kefir berdasarkan konsentrasi kefir grain. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 2(2):87-92
Utami, I. 2009. Hubungan antara pengetahuan gizi ibu mengenai susu dan faktor lainnya dengan riwayat konsumsi susu selama masa usia sekolah dasar pada siswa kelas I SMP Negeri 102 dan SMPI PB Sudirman Jakarta Timur tahun 2009. Skripsi, Universitas Indonesia, Depok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batak Toba Food Icon : Video Masak

Hello Foodies!! Hari ini aku mau kasih tau bagaimana cara pembuatan si Batak Toba Food Icon, yaitu Naniura dan Ikan mas arsik.. Berikut ku lampirkan link video cara pembuatannya yaaa :) Di dalam video ini, berisikan sejarah singkat mengenai asal usul dan peran dari Naniura dan Ikan mas arsik serta cara pembuatannya.. Sooooooooooooooooooooooo, Enjoy the video! !cekidot! ➢  https://www.youtube.com/watch?v=z3gFtJgZpyk   Semoga bermanfaat 🙆 dan Terima kasih sudah mampir di blog ku 🙏 Sampai berjumpa di blog blog selanjutnya! 🙌🙌🙌🙌

BAHAN TAMBAHAN PANGAN PEWARNA

Menurut  PERMENKES RI No. 722/MENKES/PER/IX/88, pewarna merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan. Penambahan bahan pewarna pada makanan dilakukan untuk beberapa tujuan, yaitu : ·          Memberikan kesan menarik bagi konsumen ·          Menyeragamkan warna makanan ·          Menstabilkan warna ·          Menutupi perubahan warna selama proses pengolahan ·          Mengatasi perubahan warna selama penyimpanan Bahan pewarna makanan dibagi menjadi 2 jenis yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami adalah pewarna yang dibuat melalui proses ekstraksi, isolasi, atau derivatisasi (sintesis parsial) dari tanaman, hewan, mineral atau sumber alami lain termasuk pewarna identik alami. Contoh pewarna alami : Kurkumi...