Langsung ke konten utama
Pengawetan Makanan dengan Suhu dan Mutu Pangan

2 hal yang menyebabkan makanan rusak:
1.     Penyebab utama ialah mikroba
2.     Enzim -> katalisator

Hampir semua pertumbuhan mengalami kurva S, kurva S adalah kurva yang menunjukan laju pertumbuhan dari awal hingga akhir yang bentuknya seperti huruf S. Salah satu contohnya ialah:

Fase Mikroba
Fase mikroba digambarkan dengan kurva S, atau S curve seperti dibawah ini:












Fase 1 : Fase Initial
dalam fase ini, mikroba baru diletakkan pada suatu zat cair yang berbeda dari tempat berembangbiak sebelumnya.
 Pada fase ini hampir tidak ada pertumbuhan karena mikroba sedang beradaptasi (masa orientasi).
Fase 2 : Fase Logarit
dalam fase ini, pertumbuhan mikroba sangat cepat karena mikroba membelah diri sebanyak-banyaknya pada fase ini.
Fase 3 ; Fase Stationer
fase ini adalah fase dimana pertumbuhan mikroba menjadi stabil. Hal ini disebabkan karena jika ada mikroba yang baru, maka akan ada mikroba yang mati juga sehingga tingkat pertumbuhan mikroba sama dengan tingkat kematian mikroba. Pada masa ini juga terdapat metabolisme sekunder yang berperan dalam pembentukan alkohol.
Fase 4 dan 5
jika dalam fase 3 makanan mikroba sudah habis, mikroba-mikroba itu lalu mati pada fase ini.


Pembuatan Wine
Wine berasal dari jus anggur, warnanya pun bervariasi berdasarkan asal warna dari anggur yang dipakai. Jika memakai anggur berwarna hijau, akan menghasilkan wine berwarna putih. Jika memakai anggur berwarna merah, akan dihasilkan wine merah, dan jika dipakai anggur berwarna ungu akan menghasilkan wine ungu. Penghasil anggur paling bagus adalah Perancis, sedangkan penghasil anggur yang terbesar adalah Afrika Selatan. 
Secara singkat, dapat dikatakan pembuatan wine adalah sebagai berikut:
  • Buah yang sudah dipetik dan disortir kemudian diambil sari-sarinya. 
  • Setelah itu, sari buahnya di sterilisasi agar tidak ada patogen-patogen yang mengganggu, berikan sedikit gula dan diberi mikroba Saccharomyces cerevisiae. 
  • Lalu dilakukan pembuatan stater (dibuat dari sari anggur yang di sterilisasi), pembuatan stater ini membiasakan agar cocok dengan lingkungan.
  • Pada pembuatan wine, mikroba memakan gula yang akan menjadi alkohol.

Mutu Pangan
Faktor internal yang menentukan mutu bahan pangan :
  1. Tekstur
  2. Aroma
  3. Warna
  4. Rasa
  5. Tingkat kesegaran
  6. Gizi
  7. Daya simpan
  8. Kemasan 
Faktor eksternal yang menentukan mutu bahan pangan:
  1. Harga / merk
  2. Emosi / budaya
  3. Peraturan
  4. Higienis
  5. Selera
  6. Pelayanan
Faktor-faktor yang mempengaruhi Mutu Pangan :
- bahan dasar dan bahan tambahannya
- pengolahan
- komposisi
- penyimpanan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batak Toba Food Icon : Video Masak

Hello Foodies!! Hari ini aku mau kasih tau bagaimana cara pembuatan si Batak Toba Food Icon, yaitu Naniura dan Ikan mas arsik.. Berikut ku lampirkan link video cara pembuatannya yaaa :) Di dalam video ini, berisikan sejarah singkat mengenai asal usul dan peran dari Naniura dan Ikan mas arsik serta cara pembuatannya.. Sooooooooooooooooooooooo, Enjoy the video! !cekidot! ➢  https://www.youtube.com/watch?v=z3gFtJgZpyk   Semoga bermanfaat 🙆 dan Terima kasih sudah mampir di blog ku 🙏 Sampai berjumpa di blog blog selanjutnya! 🙌🙌🙌🙌

Pengaruh Negara Asing terhadap Pangan Indonesia

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan kekayaan alamnya, seperti rempah-rempah. Hal ini mengakibatkan banyaknya negara asing yang berbondong-bondong untuk mencari rempah-rempah yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Awalnya, tujuan utama masuknya negara-negara asing tersebut adalah mencari rempah-rempah, namun mereka juga menyebarkan bumbu-bumbu dari negara asalnya. Sehingga beberapa makanan di Indonesia terpengaruh budaya negara asing tersebut. source :  http://gastroina.blogspot.com/2014/07/asal-usul-masakan-indonesia-kejadian.html Ada beberapa gelombang kedatangan masyarakat Tionghoa ke Indonesia. Golongan pertama yaitu golongan cerdik cendekia. Hal ini dikarenakan, di daerah Sumatera Selatan atau di Sriwijaya terdapat pusat agama Buddha sehingga masyarakat Tionghoa belajar agama disana. Golongan ini menyebar hingga ke pulau Jawa. Mendirikan sekolah-sekolah sehingga banyak sekolah Tionghoa di Jawa. Gelombang kedua yaitu golongan orang-orang kaya, karena mere...

Patin Bakar dalam Bambu - Makanan Khas Kalimantan Timur dan Utara (Suku Dayak)

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan kebudayaan. Keduanya memiliki hubungan yang bersifat timbal balik sehingga menciptakan suatu budaya makanan. Masing-masing wilayah di Indonesia memiliki makanan khas daerah masing-masing, seperti Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur yang memiliki makanan khas yaitu Patin Bakar dalam Bambu. Patin bakar dalam bambu adalah masakan berupa ikan patin yang dibumbui lalu dimasukkan dalam sebilah bambu, kemudian dibakar di dekat api. Cara pembakarannya menyerupai pembakaran lemang yaitu di letakkan berjajar jauh dari sumber api. Keuntungan dari cara pembakaran ini adalah bambu tidak mudah terbakar dan bisa dilakukan bersamaan dengan memasak nasi atau masakan lainnya agar seluruh masakan matang secara bersamaan. Metode pemasakan ini membutuhkan waktu satu sampai dengan dua jam. Jika dimasak lebih dari waktu tersebut cenderung membuat ikan hancur atau mudah rusak. Makanan ini memiliki dua jenis resep yaitu putih dan k...