Langsung ke konten utama

PRINCIPLES IN HALAL SUPPLY CHAIN MANAGEMENT


Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, dengan seiringnya pertumbuhan pelanggan Muslim, kesadaran akan produk halal semakin meningkat. Industri halal Indonesia masih berkutat pada sertifikasi halal produk atau merek, belum diperhatikan pergerakan barang sampai ke tangan pelanggan. Dengan tingginya permintaan domestik akan produk halal dan terbukanya pasar ASEAN dan internasional mendorong industri halal nasional untuk perlu memperhatikan bukan hanya dari sisi merek akan tetapi juga bagaimana produk sampai ke tangan konsumen.

Kata 'Halal' berasal dari kata Arab yang berarti diizinkan atau diijinkan. Halal adalah hal-hal atau tindakan yang diperbolehkan oleh Syariah Hukum / Hukum Islam dan harus dilakukan untuk menunjukkan kewajiban terhadap agama Islam. Aspek halal tidak hanya terbatas untuk bahan produk makanan saja. Berdasarkan 5 prinsip dari Halal, apapun yang berhubungan dengan makanan halal atau / dan produk non-makanan harus mematuhi aturan Islam termasuk kegiatan logistik untuk produk halal.

Kegiatan logistik adalah salah satu entitas dalam rantai pasokan produk. Semua bagian dalam rantai pasokan halal untuk produk halal harus dilakukan sesuai dengan praktik halal yang termasuk kegiatan logistik. Kegiatan logistik halal meliputi transportasi halal, gudang halal dan halal ritel. Rantai pasokan halal menuntut adanya jaminan kehalalan produk dari proses awal hingga sampai ke tangan produsen. Proses ini dapat dijaga dengan baik hingga ke perusahaan distributor. Penyediaan angkutan-angkutan khusus untuk produk halal menjadi bagian penting dalam penerapan rantai pasokan yang halal. Namun sayangnya, dari suplier, retailer, hingga ke pedagang eceran, proses ini belum terawasi. Oleh karena itu diperlukan adanya manajemen rantai pasok halal guna mengawasi setiap kegiatan produk halal.

Manajemen rantai pasok halal merupakan manajemen sepanjang rantai pasok dari mulai bahan baku hingga konsumen yang bertujuan untuk menjamin nilai halal suatu produk. Model dari manajemen rantai pasok halal merupakan bentuk adaptasi dari rantai pasok pada umumnya. Adaptasi yang dilakukan ialah berupa penambahan beberapa hal yang berkaitan dengan penentu halal pada suatu produk. Berikut ini merupakan model dalam manajemen rantai pasok halal:

Halal Policy (Kebijakan Halal)
merupakan bagian dari tanggung jawab produsen dalam melindungi integritas halal sepanjang rantai pasok. Selain itu, kebijakan halal juga bertanggung jawab pada pencapaian sertifikasi halal serta pemberian kepuasan dan rasa aman konsumen dalam penjaminan halal.

Supply Chain Objectives
merupakan tujuan dari rantai pasok, yaitu tujuan logistik dan pelayanan konsumen. Tujuan logistik terdiri dari 3 cara, yaitu meminimalkan waktu produksi, meningkatkan fleksibilitas rantai pasok, dan menurunkan biaya rantai pasok. Sedangkan tujuan pelayanan konsumen terdiri dari siklus waktu order pemesanan hingga ke tangan konsumen, ketersediaan stok produk, serta tingkat kepuasan permintaan pada stok yang tersedia.

Logistic Control
merupakan pilar penting dari keberhasilan rantai pasok halal yang bertujuan untuk mengambil keputusan dan mengatur berjalannya rantai pasok. Kontrol ini dimulai dari proses perencanaan hingga distribusi ke konsumen (perencanaan à pengembangan à pembelian à produksi à distribusi).

Supply Chain Business Process
dalam menjalankan bisnis rantai pasok, terdapat 8 kunci proses yang telah diidentifikasi. Kunci-kunci tersebut meliputi customer relationship management, customer service management, demand management, order fullfilment, manufacturing flow management, procurement, product development and commercialization, dan returns.

Supply Chain Resources
Manajemen organisasi dan informasi. Misalnya pada organisasi dengan sertifikasi halal maka membutuhkan komite halal untuk bertanggung jawab dalam menjamin produk tersebut halal dan berfungsi sebagai auditor internal.

The Supply Chain Network Structure
Jaringan antar organisasi yang saling bekerja sama untuk mengelola, mengendalikan, dan meningkatkan proses berjalannya bahan dan informasi.

Halal Supply Chain Performance
Pengukuran efektivitas sebuah rantai pasok yang terbagi menjadi 2 aspek, yaitu kualitas proses dan waste. Kualitas proses termasuk mengenai kepercayaan dari merek dagang, kredibilitas sertifikat halal, dan keluhan dari konsumen terkait dengan status halal suatu produk. Sedangkan waste terkait dengan limbah fisik pada rantai pasok, seperti sumber daya yang digunakan.

Hasil gambar untuk model manajemen rantai pasok halal

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batak Toba Food Icon : Video Masak

Hello Foodies!! Hari ini aku mau kasih tau bagaimana cara pembuatan si Batak Toba Food Icon, yaitu Naniura dan Ikan mas arsik.. Berikut ku lampirkan link video cara pembuatannya yaaa :) Di dalam video ini, berisikan sejarah singkat mengenai asal usul dan peran dari Naniura dan Ikan mas arsik serta cara pembuatannya.. Sooooooooooooooooooooooo, Enjoy the video! !cekidot! ➢  https://www.youtube.com/watch?v=z3gFtJgZpyk   Semoga bermanfaat 🙆 dan Terima kasih sudah mampir di blog ku 🙏 Sampai berjumpa di blog blog selanjutnya! 🙌🙌🙌🙌

Kunjungan Industri PT. Ultrajaya Milk Industry - Bagaimana Pembuatan Susu UHT?

Kesadaran akan pentingnya kualitas hidup menuntut masyarakat untuk mencari produk-produk pangan alami demi menjaga kesehatan. Produk pangan alami tersebut antara lain bahan pangan fungsional yang berasal dari tanaman atau hewan. Susu merupakan cairan biologis yang dihasilkan mamalia, untuk memenuhi semua kebutuhan gizi anaknya yang baru lahir. Di dalam susu, terkandung karbohidrat (laktosa), protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh (Safitri & Swarastuti 2011). Susu diketahui memiliki nutrisi yang tinggi, terutama pada kandungan protein dan karbohidrat jenis laktosa. Akibatnya, susu mudah rusak karena mikroba dapat tumbuh di susu segar. Maka dari itu, diperlukan suatu pengolahan agar susu tidak mudah rusak. Salah satu pengolahan yang dapat diterapkan pada susu adalah sterilisasi atau  Ultra High Temperature  (UHT) (Fellows, 2016). Di negara-negara berkembang, susu yang diolah secara UHT memiliki umur simpan yang lebih panjang membuat susu tersebut...

Kaledo (Kaki Lembu Donggala) - Makanan Khas Sulawesi Tengah

Kaledo merupakan makanan khas Sulawesi Tengah, tepatnya di Donggala, Kota Palu yang berupa sop bening tulang kaki sapi dan sumsumnya yang disajikan saat masih panas. Bumbu-bumbu yang digunakan berupa cabe rawit, dan asam mentah yang terlebih dahulu direbus dan dihaluskan, serta garam secukupnya. Makanan ini banyak dihidangkan pada hari-hari besar oleh masyarakat Sulawesi Tengah, seperti Lebaran atau Idul Fitri. Biasanya, penyajiannya dipadukan dengan Burasa (nasi santan yang dibungkus daun pisang). Selain itu, kaledo khas Palu ini juga biasa dikonsumsi dengan singkong atau ubi rebus (Tjota, dkk., 2017) . Salah satu mata pencaharian Donggala adalah ternak sapi. Donggala memiliki ternak sapi yang khas yang dinamakan sapi Donggala. Sapi Donggala telah dibudidayakan secara turun-temurun, sehingga menjadi kekayaan sumber daya genetik ternak Indonesia. Sumber mata pencaharian inilah yang menciptakan suatu kuliner khas Donggala yang baru yang berbahan dasar daging sapi, yaitu Kaledo (Kak...