Langsung ke konten utama

BAHAN TAMBAHAN PANGAN PEWARNA

Menurut PERMENKES RI No. 722/MENKES/PER/IX/88, pewarna merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan.
Penambahan bahan pewarna pada makanan dilakukan untuk beberapa tujuan, yaitu :
·         Memberikan kesan menarik bagi konsumen
·         Menyeragamkan warna makanan
·         Menstabilkan warna
·         Menutupi perubahan warna selama proses pengolahan
·         Mengatasi perubahan warna selama penyimpanan

Bahan pewarna makanan dibagi menjadi 2 jenis yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis.
Pewarna alami adalah pewarna yang dibuat melalui proses ekstraksi, isolasi, atau derivatisasi (sintesis parsial) dari tanaman, hewan, mineral atau sumber alami lain termasuk pewarna identik alami.
Contoh pewarna alami : Kurkumin Cl.No.75300; Riboflavin; Karmin; Karmin Cl.No.75470; Klorofil Cl.No.75810; Karamel; Beta-karoten Cl.No.75130; Antosianin; dan Titanium sioksida Cl.No.77891.

Sedangkan pewarna sintetis adalah pewarna yang diperoleh/dibuat secara sintesis kimiawi.
Contoh pewarna sintetis : Tartrazin Cl. No. 19140; Kuning kuinolin Cl. No. 47005; Kuning FCF Cl. No. 15985 (sunset yellow FCF); Karmoisin Cl. No. 14720; Eritrosin Cl. No. 45430;  Biru berlian FCF Cl. No. 42090; dan Hijau FCF Cl. No. 42053.
Bahan pewarna diatas merupakan Bahan Tambahan Pangan yang diizinkan untuk digunakan pada makanan. Akan tetapi ada beberapa pewarna terlarang dan berbahaya yang masih sering ditemukan pada produk pangan/jajanan, yang sebenarnya bukan BTP melainkan pewarna tekstil yaitu Metanil Yellow (kuning metanil) yang berwarna kuning, Auramin berwarna kuning dan Rhodamin B yang berwarna merah. Bahaya ketiga perwarna tekstil ini telah dibuktikan dapat menyebabkan kanker. Gejala yang ditimbulkan dari BTP yang dilarang untuk digunakan pada bahan pangan ini tidak dapat terlihat langsung setelah dikonsumsi melainkan jangka panjang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batak Toba Food Icon : Video Masak

Hello Foodies!! Hari ini aku mau kasih tau bagaimana cara pembuatan si Batak Toba Food Icon, yaitu Naniura dan Ikan mas arsik.. Berikut ku lampirkan link video cara pembuatannya yaaa :) Di dalam video ini, berisikan sejarah singkat mengenai asal usul dan peran dari Naniura dan Ikan mas arsik serta cara pembuatannya.. Sooooooooooooooooooooooo, Enjoy the video! !cekidot! ➢  https://www.youtube.com/watch?v=z3gFtJgZpyk   Semoga bermanfaat πŸ™† dan Terima kasih sudah mampir di blog ku πŸ™ Sampai berjumpa di blog blog selanjutnya! πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ

Lemang Tapai - Makanan Khas Minangkabau

Lemang merupakan makanan khas masyarakat Minangkabau, Dayak dan Melayu Talawi. Ketiga daerah tersebut memiliki keunikan dan kepercayaan tersendiri akan lemang sebagai budaya makanan daerahnya. Bagi masyarakat Minangkabau, membawa ataupun menghidangkan lemang saat mengunjungi rumah orang atau saat ada pesta / perayaan sudah menjadi suatu kebiasaan. Sebagai contoh, menantu yang membawa lemang untuk mertua pada saat berkunjung akan lebih dihargai. Hal ini disebabkan karena proses pembuatan lemang rumit. Persiapan untuk membuat lemang membutuhkan waktu yang lama dan melibatkan banyak orang dalam proses pembuatannya. Bila lemang tidak ada, biasanya akan dijadikan bahan omongan/ gosip oleh tamu yang dihidangkan sajian makanan/ tamu yang dikunjungi rumahnya. Proses pembuatan lemang dilakukan dengan menggunakan bantuan bambu. Berdasarkan sejarah bangsa Proto Melayu (waktu ditemukannya lemang), pada saat itu, masyarakat sedang pergi bertani atau berburu di pegunungan, dan untuk mengatasi ke...

Pameran Kuliner Nusantara Teknologi Pangan, Universitas Surya

Pada hari Rabu yang lalu, tepatnya tanggal 24 Juli 2019, telah diadakannya acara “pameran kuliner nusantara” yang bertempatkan di Aula Universitas Surya, Tangerang dalam rangka penutupan semester. Pada acara ini, para mahasiswa/i Teknologi Pangan Universitas Surya diharapkan untuk menghidangkan berbagai hidangan buatan mereka sendiri. Hidangan tersebut berupa makanan-makanan tradisional khas dari berbagai wilayah di Indonesia dan produk-produk makanan kering yang dapat dijadikan bisnis skala industri rumah tangga. Para hadirin yang datang pada acara ini, seperti orang tua mahasiswa, para dosen, staff universitas dan mahasiwa/i sekalian dapat mencicipi hidangan yang disajikan.  Foto bersama dosen dan para orang tua mahasiswa/i. Adapun hidangan-hidangan yang disajikan pada acara “pameran kuliner nusantara” kali ini ialah: Nasi Tumpeng, disajikan lengkap dengan lauk-pauknya seperti sambal kentang, tempe orek, telur balado, bihun, sayur urap, dan ingkung ayam yang meru...