Langsung ke konten utama

PENYULUHAN KEAMANAN PANGAN


Sertifikat penyuluhan keamanan pangan merupakan salah satu prasyarat dalam pengajuan permohonan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SP-PIRT). Dalam mengurus SP-PIRT, calon pengusaha wajib mengikuti penyuluhan yang diadakan oleh dinas kesehatan. Penyuluhan keamanan pangan merupakan seminar yang diadakan oleh dinas kesehatan guna memberikan pemahaman mengenai pangan yang aman untuk dikonsumsi. Biasanya, materi penyuluhan keamanan pangan disampaikan dalam bentuk ceramah, diskusi, demonstrasi/peragaan simulasi, pemutaran video dan cara-cara lain yang dianggap perlu. Jumlah waktu yang diperlukan untuk melaksanakan penyuluhan keamanan pangan sekurang-kurangnya 2 (dua) hari kerja setiap 5 (lima) jam.

Untuk mengikuti penyuluhan, peserta perlu mendaftar terlebih dahulu di dinas kesehatan sesuai domisili. Di Tangerang Selatan, penyuluhan biasanya dilakukan beberapa kali tergantung pada kuota peserta penyuluhan. Apabila kuota telah penuh, maka peserta akan ditempatkan pada waiting list yang artinya peserta harus menunggu jadwal penyuluhan berikutnya sesuai jadwal dinas kesehatan tersebut.

Setelah peserta mendapatkan jadwal penyuluhan, peserta harus membawa produk yang akan peserta pasarkan pada saat mengikuti penyuluhan. Untuk satu produk dapat dicantumkan dua nama yaitu nama pemilik dan nama penanggungjawab. Pada penyuluhan akan dijelaskan mengenai persyaratan baik secara dokumen maupun teknis dari usaha yang akan dilakukan, dimana nantinya dinas kesehatan akan melakukan observasi langsung ke lokasi usaha untuk melihat proses pengolahan dari bahan baku hingga produk akhir, serta memastikan bahwa lokasi usaha telah memenuhi persyaratan keamanan pangan menurut dinas kesehatan.

Observasi akan dilakukan ketika pengusaha sudah memiliki sertifikat penyuluhan dan telah memenuhi seluruh persyaratan pada permohonan SP-PIRT. Sertifikat penyuluhan ini berlaku di seluruh Indonesia, yang berarti pengusaha dapat mengikuti penyuluhan di daerah manapun. Akan tetapi dalam mengurus SP-PIRT, penyuluhan harus dilakukan di dinas kesehatan pada lokasi usaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batak Toba Food Icon : Video Masak

Hello Foodies!! Hari ini aku mau kasih tau bagaimana cara pembuatan si Batak Toba Food Icon, yaitu Naniura dan Ikan mas arsik.. Berikut ku lampirkan link video cara pembuatannya yaaa :) Di dalam video ini, berisikan sejarah singkat mengenai asal usul dan peran dari Naniura dan Ikan mas arsik serta cara pembuatannya.. Sooooooooooooooooooooooo, Enjoy the video! !cekidot! ➢  https://www.youtube.com/watch?v=z3gFtJgZpyk   Semoga bermanfaat 🙆 dan Terima kasih sudah mampir di blog ku 🙏 Sampai berjumpa di blog blog selanjutnya! 🙌🙌🙌🙌

Lemang Tapai - Makanan Khas Minangkabau

Lemang merupakan makanan khas masyarakat Minangkabau, Dayak dan Melayu Talawi. Ketiga daerah tersebut memiliki keunikan dan kepercayaan tersendiri akan lemang sebagai budaya makanan daerahnya. Bagi masyarakat Minangkabau, membawa ataupun menghidangkan lemang saat mengunjungi rumah orang atau saat ada pesta / perayaan sudah menjadi suatu kebiasaan. Sebagai contoh, menantu yang membawa lemang untuk mertua pada saat berkunjung akan lebih dihargai. Hal ini disebabkan karena proses pembuatan lemang rumit. Persiapan untuk membuat lemang membutuhkan waktu yang lama dan melibatkan banyak orang dalam proses pembuatannya. Bila lemang tidak ada, biasanya akan dijadikan bahan omongan/ gosip oleh tamu yang dihidangkan sajian makanan/ tamu yang dikunjungi rumahnya. Proses pembuatan lemang dilakukan dengan menggunakan bantuan bambu. Berdasarkan sejarah bangsa Proto Melayu (waktu ditemukannya lemang), pada saat itu, masyarakat sedang pergi bertani atau berburu di pegunungan, dan untuk mengatasi ke...

Pameran Kuliner Nusantara Teknologi Pangan, Universitas Surya

Pada hari Rabu yang lalu, tepatnya tanggal 24 Juli 2019, telah diadakannya acara “pameran kuliner nusantara” yang bertempatkan di Aula Universitas Surya, Tangerang dalam rangka penutupan semester. Pada acara ini, para mahasiswa/i Teknologi Pangan Universitas Surya diharapkan untuk menghidangkan berbagai hidangan buatan mereka sendiri. Hidangan tersebut berupa makanan-makanan tradisional khas dari berbagai wilayah di Indonesia dan produk-produk makanan kering yang dapat dijadikan bisnis skala industri rumah tangga. Para hadirin yang datang pada acara ini, seperti orang tua mahasiswa, para dosen, staff universitas dan mahasiwa/i sekalian dapat mencicipi hidangan yang disajikan.  Foto bersama dosen dan para orang tua mahasiswa/i. Adapun hidangan-hidangan yang disajikan pada acara “pameran kuliner nusantara” kali ini ialah: Nasi Tumpeng, disajikan lengkap dengan lauk-pauknya seperti sambal kentang, tempe orek, telur balado, bihun, sayur urap, dan ingkung ayam yang meru...