Langsung ke konten utama

BREAK EVEN POINT (BEP)


Break even point (BEP) adalah cara mengetahui volume penjualan minimum agar perusahaan tidak mengalami kerugian namun tidak juga memperoleh keuntungan. Tujuan yang ingin dicapai dalam penggunaan analisis break even point adalah sebagai berikut:
  1. Desain spesifikasi produk (berkaitan dengan biaya)
  2. Penentuan harga jual persatuan
  3. Produksi atau penjualan minimal agar tidak mengalami kerugian
  4. Memaksimalkan jumlah produksi
  5. Perencanaan laba yang diinginkan

Ketika break even point diketahui, maka hubungan antara penjualan, produksi, harga jual, biaya, rugi atau laba akan diketahui, sehingga mempermudah pimpinan untuk menentukan kebijakan. Terdapat beberapa asumsi dasar yang harus dipenuhi ketika melakukan analisis break even point, yakni :
  • Besarnya biaya variabel secara total berubah-ubah secara proporsional dengan volume produksi atau penjualan yang berarti bahwa biaya variabel per unitnya adalah tetap.
  • Besarnya biaya tetap secara total tidak berubah meskipun ada perubahan volume produksi atau penjualan yang berarti biaya tetap per unitnya berubah-ubah karena adanya perubahan volume kegiatan.
  • Jumlah unit produk yang terjual sama dengan jumlah per unit produk yang diproduksi.
  • Harga jual produk per unit tidak berubah dalam periode tertentu.
  • Perusahaan hanya memproduksi satu jenis produk, apabila lebih dari satu jenis komposisi masing-masing jenis produk dianggap konstan (tetap).

Hasil gambar untuk grafik bep

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batak Toba Food Icon : Video Masak

Hello Foodies!! Hari ini aku mau kasih tau bagaimana cara pembuatan si Batak Toba Food Icon, yaitu Naniura dan Ikan mas arsik.. Berikut ku lampirkan link video cara pembuatannya yaaa :) Di dalam video ini, berisikan sejarah singkat mengenai asal usul dan peran dari Naniura dan Ikan mas arsik serta cara pembuatannya.. Sooooooooooooooooooooooo, Enjoy the video! !cekidot! ➢  https://www.youtube.com/watch?v=z3gFtJgZpyk   Semoga bermanfaat 🙆 dan Terima kasih sudah mampir di blog ku 🙏 Sampai berjumpa di blog blog selanjutnya! 🙌🙌🙌🙌

BAHAN TAMBAHAN PANGAN PEWARNA

Menurut  PERMENKES RI No. 722/MENKES/PER/IX/88, pewarna merupakan bahan tambahan pangan yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada makanan. Penambahan bahan pewarna pada makanan dilakukan untuk beberapa tujuan, yaitu : ·          Memberikan kesan menarik bagi konsumen ·          Menyeragamkan warna makanan ·          Menstabilkan warna ·          Menutupi perubahan warna selama proses pengolahan ·          Mengatasi perubahan warna selama penyimpanan Bahan pewarna makanan dibagi menjadi 2 jenis yaitu pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami adalah pewarna yang dibuat melalui proses ekstraksi, isolasi, atau derivatisasi (sintesis parsial) dari tanaman, hewan, mineral atau sumber alami lain termasuk pewarna identik alami. Contoh pewarna alami : Kurkumi...

Kunjungan Industri PT. Ultrajaya Milk Industry - Bagaimana Pembuatan Susu UHT?

Kesadaran akan pentingnya kualitas hidup menuntut masyarakat untuk mencari produk-produk pangan alami demi menjaga kesehatan. Produk pangan alami tersebut antara lain bahan pangan fungsional yang berasal dari tanaman atau hewan. Susu merupakan cairan biologis yang dihasilkan mamalia, untuk memenuhi semua kebutuhan gizi anaknya yang baru lahir. Di dalam susu, terkandung karbohidrat (laktosa), protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh (Safitri & Swarastuti 2011). Susu diketahui memiliki nutrisi yang tinggi, terutama pada kandungan protein dan karbohidrat jenis laktosa. Akibatnya, susu mudah rusak karena mikroba dapat tumbuh di susu segar. Maka dari itu, diperlukan suatu pengolahan agar susu tidak mudah rusak. Salah satu pengolahan yang dapat diterapkan pada susu adalah sterilisasi atau  Ultra High Temperature  (UHT) (Fellows, 2016). Di negara-negara berkembang, susu yang diolah secara UHT memiliki umur simpan yang lebih panjang membuat susu tersebut...